Selasa, 15 Januari 2008

Jalan-Jalan Bangkok 2007



Tanggal 24-30 Desember 2007, kami sekeluarga (ayah, ibu, 1 anak) pergi ke Bangkok dengan menggunakan penerbangan Air Asia. Mengejar penerbangan yang murmer memang perlu stamina tinggi. Setelah delay kira-kira setengah jam, para penumpang yang tidak memesan X-press Boarding (didahulukan naik pesawat untuk memilih tempat duduk), berebut naik pesawat agar dapat duduk berdekatan dengan teman seperjalanan/keluarga. Beruntung anak kami lincah mencari tempat duduk sehingga kami dapat duduk bertiga di deretan kursi bagian depan. Setelah menempuh perjalanan kira-kira 3 jam 25 menit, sampailah kami di Suvarnabhumi Airport Bangkok. Airport yang baru beroperasi tahun 2006 itu nampak sangat megah, modern, dan bersih. Cukup melelahkan perjalanan dari pesawat sampai pengambilan bagasi (panjang buanget jalannya...).

Jam menunjukkan pukul 21.oo ketika kami mencari taxi untuk ke penginapan yang kami pesan via internet. Bermodal peta yang kami print sebelum berangkat, kami menunjukkan alamat Charlie's House tempat kami menginap. Sempat jantungan karena supir taxi tidak menemukan alamat guest house tersebut. Untung akhirnya kami tiba juga di guest house yang berada di jalan satu arah itu. FYI, hati-hati memesan tempat menginap via internet karena mungkin gambar dan promosi yang ditawarkan tidak sesuai dengan harapan/bayangan kita. Contohnya Charlie's House ini. Walaupun dikatakan bebas asap rokok, namun kami sempat ganti kamar karena begitu masuk langsung sesak oleh bau asap rokok. Namun secara keseluruhan ya sesuai deh dengan harga yang ditawarkan (540 Baht/malam). Lokasi juga bagus karena tinggal jalan sedikit, menyebrang, kita akan sampai pada Suan Lum Night Bazaar yang terkenal itu.

Berhubung belum makan malam (di pesawat cuma beli nasi goreng) maka kami langsung lihat pasar malam yang katanya sangat besar dan lengkap itu. Untung pasar malam ini buka sampai tengah malam. Kurangnya info dan kelaparan, membuat kami langsung menuju restaurant-restaurant yang ada di sana. Kami memilih Safari Steak yang rasanya standar serta harganya mahal (berkisar 139 Baht ke atas/ menu). Setelah makan, kami mengelilingi pasar malam ini, dan baru tahu ada food court yang luas dan harganya cukup murah (berkisar 40 Baht ke atas/menu). Apa boleh buat :(

Esok harinya, pas hari Natal, berdua dengan anak, saya pergi ke Holy Redemeer Church. Cukup jauh berjalan kaki dari tempat kami menginap, lokasinya dekat dengan kedutaan Amerika. Enak juga misa Natal cuma satu jam kurang. Kami mengikuti misa natal yang berbahasa Inggris pukul 08.30.

Sepulang dari misa, kami kembali ke guest house. Suami yang ga ikut natalan lagi asyik nonton TV. Kami siap-siap pergi cari makan pagi (tidak disediakan di penginapan). Kami menuju Lumphini Station, yang merupakan salah satu stasiun kereta bawah tanah. Stasiun ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 800m dari guest house. Kami membeli tiket isi ulang seharga 230 Baht/orang (30 Baht deposit non-refundable, 50 Baht deposit refundable bila kartu dikembalikan, 150 Baht untuk pulsanya). Kami turun di Silom yang merupakan interchange dengan BTS Skytrain, yaitu Sala Daeng Station. Inilah asyiknya moda transportasi di Bangkok. Walaupun masih jangkauan terbatas, kita bisa nyaman naik kendaraan umum di sana. Untuk BTS kami memutuskan beli tiket sekali pakai saja tergantung tujuannya. Pernah sekali kami beli tiket one day pass seharga 120 Baht yang dapat kami gunakan untuk berhenti di stasiun BTS manapun selama hari tersebut. Hal ini sangat menguntungkan bila kita hanya mampir sebentar-sebentar untuk melihat tempat menarik di sekitar stasiun. Kami mengunjungi Mo Chit yang merupakan stasiun BTS yang dekat dengan Chatuchak Market (pasar yang hanya buka sabtu-Minggu saja) dan stasiun-stasiun lainnya.
Untuk pengalaman hari-hari selanjutnya kami banyak mengunjungi mal-mal yang ada di Bangkok seperti di kawasan Siam (Siam Paragon, Siam Discovery, Siam Centre), ataupun Erawan Shrine, MBK di kawasan lainnya. Selain itu kami juga mengunjungi wat-wat (temple) yang banyak terdapat di Bangkok seperti: Golden Budha, Reclining Budha, dan sebagainya. Kami juga mencoba transportasi via Chao Phraya River yang terkenal itu. Memakai tiket turis seharga 100 Baht, kami dapat menggunakan boat untuk mampir di 10 pier pada 1 hari penuh. Bisa menuju daerah Kao Shan Road (daerah turis backpackers), Yaowharat Road (China Town), ataupun mampir di beberapa wat.
Yang perlu dikunjungi juga adalah Siam Ocean World yang terletak di basement Siam Paragon. Dengan tiket masuk seharga 750 Baht/orang, kita dapat menikmati kehidupan bawah laut serta ikan-ikan yang beraneka ragam, pinguin, dll. Ada ikan-ikan yang diletakkan di dalam mesin cuci, microwave, kulkas, dan mobil (coming soon). Harga tiket termasuk melihat ikan dengan glass bottom boat, suvernir tas, welcome drink, serta menonton 4D theater.
Untuk makan, banyak sekali variasi makanan di Bangkok dengan harga yang lebih murah dari di Jakarta. Contohnya: Sizzler menyediakan paket 1 main menu ditambah free salad bar sepuasnya dengan harga hanya 169 Baht. Kapan lagi :) . Untuk kelas kaki lima, setiap pagi dekat guest house banyak sekali jajanan, mulai dari nasi dengan lauk telur matasapi/ dadar ditambah orek sayur dengan daging babi/ayam seharga 20 Baht, kue-kue basah khas Thailand, buah-buahan dsb. Sangat menarik dan membuat bobot bertambah pesat.
Setelah 6 hari di Bangkok, tiba saat pulang ke Jakarta. Memesan taxi via guest house seharga 500 Baht, kami diantar ke airport sore-sore (pesawat berangkat jam 20.15). Lumayan, bisa jalan-jalan di airport. Sebelum check in, banyak juga toko-toko yang menjual macam-macam barang seperti majalah, suvenir, makanan dll. Setelah check in, toko-toko duty free juga menarik untuk dilihat. Kita dapat membeli minuman keras 1 botol per orang dan diperbolehkan dibawa masuk pesawat dengan menggunakan tas plastik tembus pandang yang disegel.
Demikianlah pengalaman kami. Kalau ada info tambahan tentang cara hemat keliling Thailand, seperti ke Chiang Mai, Phuket, dll, boleh juga nih for next time...

Foto-foto waktu di sana...


Waktu di wat...



Siam Paragon di waktu malam



Airport Bangkok yang baru...




Siam di malam hari...